Kamis, 15 September 2011

SYIAH DAN TAQIYAH


M. Quraish Shihab

Taqiyah dari segi bahasa berarti pemeliharaan atau penghindaran. Sedang menurut istilah ia adalah: “Meninggalkan sesuatu yang wajib demi memelihara diri atau menghindar dari ancaman atau gangguan.”

Kamis, 08 September 2011

Antara Sukma Nurani dan Sukma Dzulmani

oleh Jalaluddin Rakhmat
 
Menurut para sufi, manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna di dunia ini.  Hal ini, seperti yang dikatakan Ibnu Arabi, manusia bukan saja karena merupakan khalifah Allah di bumi yang dijadikan sesuai dengan citra-Nya, tetapi juga karena ia merupakan madzaz (penampakan atau tempat  kenyataan) asma dan sifat Allah yang paling lengkap dan menyeluruh.
 
Allah menjadikan Adam (manusia) sesuai dengan citra-Nya. Setelah jasad Adam dijadikan dari alam jisim, kemudian Allah meniupkan ruh-Nya ke dalam jasad Adam. Allah berfirman, "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS Al-Hijr: 29)
 

UPACARA-UPACARA DALAM TASAWUF

Menurut as-Sakandari, murid (santri sufi) akan melewati tiga jenjang dalam proses sa'ir suluk, yaitu tahap pemula, yang disebut maqam salikin. Tahap menengah adalah maqam rahilin. Pada akhir perjalanannya, ia akan memasuki tahap sa'irin. Kendala dan gangguan yang dihadapi santri sufi pada setiap tahap beraneka macam, bahkan kemampuan mengetahui hal-hal yang ghaib atau kemampuan melakukan hal-hal luar biasa (yang biasanya muncul secara spontan)-pun dianggap sebagai salah satu gangguan yang dapat menggagalkan perjalanan spiritualnya, bukan pertanda pencapaian prestasi spiritual.

Sufi tingkat rendah (pemula, mubtadi) disebut salik (pejalan, pesuluk). Sufi tingkat menengah disebut rohil (pengembara). Sufi tingkat atas (muntahi) disebut sa'ir (pelaku).